Kamu kenapa?
Lagi, kamu bertanya
dengan khawatir. Dan sekali lagi aku hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.
Sungguh, kamu baik-baik saja?
Tanyamu lagi dengan mimik yang sama setiap kali aku sedang
kacau.
Entah, rasanya hari ini mendung terlalu gelap. Semoga saja tidak ada
badai setelahnya. Hanya itu kalimat yang akhirnya terlontar sebagai
jawaban. Dan kamu tersenyum mendengarnya.
Lalu apa yang kamu tunggu? Bukankah kamu pernah bilang bahwa angin
dapat membawanya pergi?
Aku hanya dapat tersenyum
untuk menjawab pertanyaanmu.
Aku tidak apa-apa. Jawabku masih dengan senyum yang sama.
Bahkan angin yang kutunggu justru membawa mendung yang lebih tebal lagi. Kurasa bahkan angin pun sedang tidak berpihak padaku. Kataku dalam hati.
Aku tidak apa-apa. Jawabku masih dengan senyum yang sama.
Bahkan angin yang kutunggu justru membawa mendung yang lebih tebal lagi. Kurasa bahkan angin pun sedang tidak berpihak padaku. Kataku dalam hati.
Posted by Syarofina in flash fiction
Diberdayakan oleh Blogger.
Social Icons
:)
Social Icons
Cari Blog Ini
-
Tidak ada yang melarang orang bermimpi. Seaneh apapun dan semustahil apapun juga sebanyak apapun. Mumpung mimpi masih gratis ya jadi tuli...
-
Tidak banyak waktu yang tersisa di penghujung 2014 ini. Bilangan angka yang terlewati dalam hidupa bahkan telah berubah 23 hari yang lalu. ...
-
@syarofina hohoho.. sip2.. semangat mbaaak! yang diomongin ke aku juga jangan cuman ngomong doang yaa! :p Sebaris kalimat yang sebenarnya...
-
Satu untuk Semua. Semua untuk Satu. Slogan itu sudah sering terdengar. Kalimat itu tidak asing dan barangkali sudah familiar dalam k...
-
Tuhan.... kalau tak Kau bolehkan aku miliki dia, lalu untuk apa rasa ini Kau cipta? kalau tak Kau bolehkan aku nyatakan cinta, lalu kenapa...
-
Bukan tentang jarak yang tercipta Bukan tentang tempat yang berbeda Bukan pula tentang waktu yang berjeda Ini hanya tentang cerita Ujungnya ...
-
Siapa yang bilang rumah di Jogja itu menyenangkan? Terutama jika jarak tempuh kampus ke rumah merupakan jarak yang ‘tanggung’. Tidak dek...
-
Pasrah, menyerah, kalah Bahkan sebelum semua dimulai Bodoh! Hakikat kehidupan mana yang kau maknai? Hidup itu adalah anugrah ...
-
Ini pengalaman awal ramadhan kemarin yang udah lama pengen di tulis tapi nggak kesampaian dan baru sekarang ketulis. Yah, ternyata naik ...
-
Hujan merupakan tetesan molekul air yang turun dari langit dengan membawa rahmat. Air merupakan komponen pokok dalam kehidupan. Hujan...