Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan
My Mum is Amazing-Zain Bikha
She wakes early in the morning with a smile
And she holds my head up high:
"Don’t you ever let anybody put you down -
‘Coz you are my little angel"
Then she makes something warm for me to drink -
‘Coz it’s cold out there, she thinks
Then she walks me to school - yes, I ain’t no fool
I just think my mum is amazing
Chorus
She makes me feel -
Like I can do anything
And when she’s with me
There’s nowhere else I’d rather be
After school, she’s waiting by the gate
I’m so happy that I just can’t wait -
To get home to tell her how my day went
Eat the yummy food only my mum makes
Then I wind her up ‘coz I don’t want to bath
And we run around the house with a laugh
No matter what I say, she gets her way
I think my mum is amazing
(Chorus)
In the evening, she tucks me into bed
And I wrap my arms around her head
Then she tells me a tale of a girl far away -
Who one day became a princess
I’m so happy - I don’t want her to leave
So she lies in bed with me
As I close my eyes, how lucky am I -
To have a mum that’s so amazing
(Chorus)
Then I wake up in the morning - she’s not there
And I realise she never was
And I’m still here in this lonely orphanage -
With so many just like me
And as my dreams begin to fade
I try hard to look forward to my day
But there’s a pain in my heart that’s a craving:
How I wish I had a mum that’s amazing
Would be amazing
Tiba-tiba ngerasa pengen meluk umi ({})
Beliau sosok yang lebih dari cukup buatku untuk jadi contoh dan jadi teladan. Bagi beliau sudah keseharian memberi pelajaran dengan contoh bukan hanya sekedar memberi perintah. Puasa, shalat dhuha, memuliakan tamu, sopan santun, mengatur waktu, melayani, memaafkan, hampir semua hal beliau ajarkan tidak hanya lewat nasehat. Apa yang beliau katakan juga beliau lakukan dan aplikasikan dalam hidup beliau sendiri. Itu alasannya kenapa aku jarang merasa keberatan bila diingingatkan. Karena beliau sudah menerapkannya untuk beliau sendiri.
Untukku Umi contoh yang sangat baik sebagai ibu, istri dan anak. Aku yang seperti saat ini tidak lepas dari peranan beliau sebagai ibu. Siapa lagi yang akan menjadi guru paling hebat bagiku yang sudah mengajariku membaca bahkan sejak sebelum aku berada di Taman Kanak-kanak jika bukan sosok yang selalu sabar menghadapiku yang sangat ngeyel ini. Umi yang selalu memberikan pilihan hidup sesuai apa yang kumaui dengan satu catatan, tanggung jawab terhadap keputusan yang dibuat. Mau jungkir balik ikut organisasi kaya apa terserah aja yang penting hasil akademik nggak ikutan jungkir balik. Mau ngatur rencana akademik kaya apa terserah aja yang jelas konsekuen dengan pilihan yang dibuat dan tanggung jawab. Pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan dan rencana masa depan di antara selingan obrolan ringan cukuplah menjadi bukti perhatian beliau. Cara Umi 'memaksa'ku untuk bisa memasak juga sangat manis. Beliau adalah ibu terbaik sepanjang zaman untukku. My Mum is Amazing :D
Sebagai istri, Umi adalah sosok yang sangat mandiri. Kalau aku bilang, beliau itu tipe istri idaman. Masak jago. Jahit bisa. Bikin kue biasa. Ngerajut, nyulam bisa. Kreatif banget. Ngerjain kerjaan rumah kaya pasang paku dan perkakas dikerjain sendiri. Naik motor lancar. Bahkan sekarang belajar nyetir mobil. Perhatian.Pintar. Bahkan masih terus belaja sampai sekarang. Mandiri dan nggak manja. Semua pekerjaan yang beliau bisa bakal dilakukan sendiri tanpa merepotkan Abi. Jadi, kalo aku punya standar yang cukup tinggi buat diri sendiri wajar lah ya. Secara orang yang jadi panutan saja standarnya setinggi itu :3
Umi anak yang baik. Sangat baik malah kalo buatku. Baik di mata orang tuanya dan juga anak yang baik di mata orang tua Abi. Umi selalu menyempatkan untuk pulang ke tempat simbah setuap tahun minimal dua kali. Tidak jarang ketika pulang itu Umi membawa hadiah. Kepada simbah dari Abi, Umi juga sangat baik. Sering beliau membuatkan makanan, kue atau apapun yang membuat mereka senang. Menantu dan anak yang baik.
Kalau aku punya keinginan suatu saat nanti anak-anakku akan memelukku dan berkata "Thank you mom, you are the best mom in the world. Thank you for being my superb mother" maka saat ini ucapan itu lebih dari pantas aku persembahkan untuk Umi. Tinggal tunggu saatnya saja sampai aku benar-benar memeluk beliau dan membisikkan itu di telinganya :D
Tulisan random malam terakhir ujian UAS semester 5
Salam ta'dzim untuk Umi dari putrimu
Maaf masih banyak mengecwakan dan sering membuatmu marah >.<
Yogyakarta, 16 Januari 2014
Yogyakarta, 16 Januari 2014
02.01
Posted by Syarofina in kehidupan, keluarga, lagu, lirik, rumah
Reply
Siapa yang bilang rumah
di Jogja itu menyenangkan? Terutama jika jarak tempuh kampus ke rumah merupakan
jarak yang ‘tanggung’. Tidak dekat tapi juga rasanya terlalu sayang jika harus
menganggarkan biaya untuk mengontrak atau kos. Rumah di Jogja itu seperti pisau
bermata dua. Di satu sisi ada begitu banyak hal menyenangkan dan keuntungan
yang didapat karena tinggal di rumah. Namun di waktu yang bersamaan ada banyak
tuntutan dan juga ‘etika’ yang harus dipenuhi. Dan bukan perkara mudah untuk ‘melegakan’
permintaaan dari rumah. Seringkali akhirnya terjadi perang batin yang menguras
fikiran dan tenaga. mungkin memang terdengar berlebihan tapi begitulah
kenyataannya.
Siapa yang menyangkal
jika setiap kali makan bisa pulang dan menghemat uang saku adalah sesuatu yang
menyenangkan? Kurasa semua pasti setuju. Lalu jika jarak tempuh untuk pulang ke
rumah bukan waktu yang singkat bagaimana? Apa yang tidak menyenangkan dari bisa
tidur di kamar milik sendiri di tempat yang notabene adalah tempat paling
nyaman untuk istirahat? Kemudian bagaimana jika ketika pulang ke rumah ternyata
malam sudah kian larut dan badan rasanya sudah berteriak minta istirahat sedang
masih ada jarak dan waktu yang harus dilewati untuk sampai rumah? Manalah hal
yang tidak menyenangkan jika ketika ingin makan selalu ada makanan yang
tersedia? Apa yang tidak enak dari memiliki banyak saudara yang bisa dimintai
bantuan ketika tugas yang begitu banyak datang? Apa yang tidak enak dari selalu
dapat berdekatan dengan kedua orang tua sedang yang lain harus merantau jauh?
Semua fasilitas yang diperoleh ketika tinggal
di rumah sebenarnya harus dibayar mahal. Ada banyak hal yang kemudian harus
diperhatikan. Ada hak-hak keluarga yang kemudian harus ditunaikan. Ada kewajiban
kepada masyarakat yang sepantasnya dijalankan. Ada perhatian, waktu, dan
pikiran yang kemudian harus diberikan kepada mereka. Lebih kecil ruang egois
untuk diri sendiri. Karena selayaknya inilah dunia nyata. Inilah kehidupan bermasyarakat.
Betapa sedih ketika
sampai detik ini rasanya belum bisa adil dalam menunaikan hak-hak mereka. Terenyuh
rasanya ketika ditanya, “mbak, kapan di
rumah? kapan bisa bantuin yang di rumah? kok pulangnya malam terus?” Penyesalan
sering menghantui ketika kemudian ketika kekecewaan terucap, “Takkira kamu mau pulang mbak. Aku mau tanya
matematika” Sungguh tidak ada niatan sama sekali untuk mengabaikan yang di
rumah. Karena bagaimanapun merekalah orang terdekat kemana aku akan mencari
pertama kali jika terjadi sesuatu. SIlakan, silakan sampaikan jika kalian
memang membutuhkanku, sampaikan jika kalian ingin aku membantu. Akankah aku
menjawab tidak jika ditanya “mbak, besok bisa bantuin umi? “ Percayalah
aku akan mengusahakan semaksimal yang aku bisa.
Mungkin salahku karena
belum sanggup mengatur waktu dengan baik ketika kemudian tidak bisa
menyelesaikan tugas-tugas rumah sebelum berangkat ke kampus. Bahkan sekedar
menyapu dan cuci piring seringkali terlewat. Mungkin memang aku harus menjadi
kakak yang lebih baik dan perhatian sehingga tahu kapan kalian membutuhkanku. Seharusnya
aku bisa membantu kalian bahkan tanpa kalian harus memintanya. Mungkin aku
masih harus lebih pandai lagi mengatur jadwal sehingga kewajibanku untuk member
manfa’at untuk masyarakat tidak hilang. Agar bisa lagi menghadiri rapat rutin
remaja masjid setiap malam kamis yang hanya dua pecan sekali itu. Juga bisa
kembali mengajar adik-adik penuh semangat di TPA.
Siapa yang bilang
tinggal di rumah bisa bermanja-manja? Siapa yang bilang tinggal di rumah bisa
seenaknya? Siapa yang bilang tinggal di rumah bisa berbuat dan meminta kepada
orang tua sesuka hati? Siapa bilang tinggal di rumah lalu bisa pergi dan pulang
ke rumah semaunya?
Ketika tinggal di rumah,
justru di sanalah real kehidupan. Tinggal
di rumah berarti menjadi bagian dari masyarakat. Ada norma-norma yang kemudian
tidak bisa diabaikan. Pulang malam apalagi bagi seorang perempuan tentunya
bukanlah hal yang bijak. Tidak pernah muncul dalam kegiatan yang ada di
masyarakat juga bukan hal yang wajar. Mengabaikan hak-hak keluarga yang setiap
hari bertemu juga bukanlah hal yang baik. Banyak, masih begitu banyak hal yang harus
diperbaiki lagi dariku.
Sejuta maaf tak akan
sanggup mengganti hati-hati yang sempat terluka karena sikapku. Namun, ijinkan
aku meminta segenggam maaf dari kalian bersama janji dariku untuk berusaha
menjadi lebih baik lagi. Semoga pada akhirnya aku dapat seutuhnya menjadi bagian dari masyarakat, menjadi anak juga kakak
yang baik dan dapat dibanggakan.
Laa yukallifullohu nafsan illa wus’ahaa. Tiadalah
beban itu diberikan kecuali dia mampu menanggungnya. Yaa muqollibal quluub
tsabbit qolbii ‘ala tho’atik, tsabbit qolbii a’la diinik. Semoga niat ini
senantiasa terjaga hanya untuk mendapat ridhoMu Ya Alloh…
Diberdayakan oleh Blogger.
Social Icons
:)
Social Icons
Cari Blog Ini
-
Tidak ada yang melarang orang bermimpi. Seaneh apapun dan semustahil apapun juga sebanyak apapun. Mumpung mimpi masih gratis ya jadi tuli...
-
@syarofina hohoho.. sip2.. semangat mbaaak! yang diomongin ke aku juga jangan cuman ngomong doang yaa! :p Sebaris kalimat yang sebenarnya...
-
Hujan merupakan tetesan molekul air yang turun dari langit dengan membawa rahmat. Air merupakan komponen pokok dalam kehidupan. Hujan...
-
Tuhan.... kalau tak Kau bolehkan aku miliki dia, lalu untuk apa rasa ini Kau cipta? kalau tak Kau bolehkan aku nyatakan cinta, lalu kenapa...
-
Satu untuk Semua. Semua untuk Satu. Slogan itu sudah sering terdengar. Kalimat itu tidak asing dan barangkali sudah familiar dalam k...
-
Tidak banyak waktu yang tersisa di penghujung 2014 ini. Bilangan angka yang terlewati dalam hidupa bahkan telah berubah 23 hari yang lalu. ...
-
Bukan tentang jarak yang tercipta Bukan tentang tempat yang berbeda Bukan pula tentang waktu yang berjeda Ini hanya tentang cerita Ujungnya ...
-
Siapa yang bilang rumah di Jogja itu menyenangkan? Terutama jika jarak tempuh kampus ke rumah merupakan jarak yang ‘tanggung’. Tidak dek...
-
Pasrah, menyerah, kalah Bahkan sebelum semua dimulai Bodoh! Hakikat kehidupan mana yang kau maknai? Hidup itu adalah anugrah ...
-
Aku Rindu,,, Aku rindu dirinya yang akrab dengan al Qur’an. Tiada hari tanpa memembacanya. Hari-harinya banyak dihabiskan untuk berinter...