Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tuhan....
kalau tak Kau bolehkan aku miliki dia, lalu untuk apa rasa ini Kau cipta?
kalau tak Kau bolehkan aku nyatakan cinta, lalu kenapa aku mulai tak bisa menahannya?
Tuhan....
maaf kan aku ada nama dia di hati ku
maaf kan aku yang mulai menjahati hatiku sendiri
maaf kan aku yang mulai tak fokus lagi mencinta Mu
Tuhan....
kalau boleh, biarkan dia tau yang ada di hatiku
kalau boleh, dia harus tau kenapa ada dia berkali kali di mimpiku
kalau boleh, tolong Kau sampaikan aku sedang merindunya
kalau boleh, tolong Kau tanyakan apa kabarnya tanpa aku
aku yakin Kau punya cara untuk itu kan, Tuhan?
kalau boleh.....
Maaf Tuhan....
aku terlalu banyak meminta
aku terlalu cepat berharap
sedang Engkau tak pasti kabulkan inginku
sedang Engkau menuliskan cerita lain buatku
Tuhan....
tolong biarkan rasa ini apa adanya
tak usah tersemai lagi, aku tak apa apa
tak usah terhapus juga, aku ingin mengenangnya
tolong aku, Tuhan....
beginilah caraku mencinta nya,
sesederhana yang Engkau bolehkan saja...
Aku merindunya,
bolehkah, Tuhan?
Bukan tentang jarak yang tercipta
Bukan tentang tempat yang berbeda
Bukan pula tentang waktu yang berjeda
Ini hanya tentang cerita
Ujungnya tak berhingga
Tak teraba dan terasa
Samar bahkan tak nyata
Rupanya adalah gulita
Lebih pekat dari sekedar temaram senja
Entah di mana cahaya berada
Dan yang kamu perlu hanyalah percaya
terangkai indah menyusun untaian mutiara kata
tertulis rapi dan terpampang nyata
menyimpan seribu satu cerita pada setiap rangkaian indahnya
tapi semua tak ada artinya
sajak-sajak itu tetap saja bisu
membawa mati semua bersamanya
disinilah aku kini
diantara kekasih hati
ladang pahala itu menyambutku
mengabarkan berjuta kebaikan
menunggu kata sepakatku
untuk meyambut seruan itu
maafkan aku yang selalu menyakitimu
menerbitkan kegundahan dan kekhawatiran
menghilangkan senyum dari wajah bersahajamu
mengusik ketenangan hidupmu
pun menambah beban pada pundak kokoh itu
umi, abi, maafkan putrimu ini yang terlampau sering menyakiti hati kalian,,,
Tegas dan nyata
Hitam dan putih
Baik dan buruk
Buram dan bias
Bagai kabut senja
Semakin hilang ketika dekat
Dan itu bukan salah siapapun
Itu karena diriku sendiri
Sejatinya ia ada
Tetap dan tidak berbeda
Tidak ada yang berubah
Seperti sedia kala
Tegas dan nyata
maafkan aku.
Alloh, ijinkan aku kembali dalam keadaan terbaik
Social Icons
Social Icons
Cari Blog Ini
-
Tidak ada yang melarang orang bermimpi. Seaneh apapun dan semustahil apapun juga sebanyak apapun. Mumpung mimpi masih gratis ya jadi tuli...
-
@syarofina hohoho.. sip2.. semangat mbaaak! yang diomongin ke aku juga jangan cuman ngomong doang yaa! :p Sebaris kalimat yang sebenarnya...
-
Hujan merupakan tetesan molekul air yang turun dari langit dengan membawa rahmat. Air merupakan komponen pokok dalam kehidupan. Hujan...
-
Tuhan.... kalau tak Kau bolehkan aku miliki dia, lalu untuk apa rasa ini Kau cipta? kalau tak Kau bolehkan aku nyatakan cinta, lalu kenapa...
-
Satu untuk Semua. Semua untuk Satu. Slogan itu sudah sering terdengar. Kalimat itu tidak asing dan barangkali sudah familiar dalam k...
-
Tidak banyak waktu yang tersisa di penghujung 2014 ini. Bilangan angka yang terlewati dalam hidupa bahkan telah berubah 23 hari yang lalu. ...
-
Bukan tentang jarak yang tercipta Bukan tentang tempat yang berbeda Bukan pula tentang waktu yang berjeda Ini hanya tentang cerita Ujungnya ...
-
Siapa yang bilang rumah di Jogja itu menyenangkan? Terutama jika jarak tempuh kampus ke rumah merupakan jarak yang ‘tanggung’. Tidak dek...
-
Pasrah, menyerah, kalah Bahkan sebelum semua dimulai Bodoh! Hakikat kehidupan mana yang kau maknai? Hidup itu adalah anugrah ...
-
Aku Rindu,,, Aku rindu dirinya yang akrab dengan al Qur’an. Tiada hari tanpa memembacanya. Hari-harinya banyak dihabiskan untuk berinter...


