Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Bolehkah?

Tuhan....
kalau tak Kau bolehkan aku miliki dia, lalu untuk apa rasa ini Kau cipta?
kalau tak Kau bolehkan aku nyatakan cinta, lalu kenapa aku mulai tak bisa menahannya?

Tuhan....
maaf kan aku ada nama dia di hati ku
maaf kan aku yang mulai menjahati hatiku sendiri
maaf kan aku yang mulai tak fokus lagi mencinta Mu

Tuhan....
kalau boleh, biarkan dia tau yang ada di hatiku
kalau boleh, dia harus tau kenapa ada dia berkali kali di mimpiku
kalau boleh, tolong Kau sampaikan aku sedang merindunya
kalau boleh, tolong Kau tanyakan apa kabarnya tanpa aku
aku yakin Kau punya cara untuk itu kan, Tuhan?
kalau boleh.....

Maaf  Tuhan....
aku terlalu banyak meminta
aku terlalu cepat berharap
sedang Engkau tak pasti kabulkan inginku
sedang Engkau menuliskan cerita lain buatku

Tuhan....
tolong biarkan rasa ini apa adanya
tak usah tersemai lagi, aku tak apa apa
tak usah terhapus juga, aku ingin mengenangnya
tolong aku, Tuhan....
beginilah caraku mencinta nya,
sesederhana yang Engkau bolehkan saja...

Aku merindunya,
bolehkah, Tuhan?

Januari 24th, 2014
ini, aku penuhi keinginanmu untuk menyimpan milikmu di rumahku...
semoga melegakanmu :)

Menyerah?


Pasrah, menyerah, kalah
Bahkan sebelum semua dimulai
Bodoh!
Hakikat kehidupan mana yang kau maknai?
Hidup itu adalah anugrah
Setiap bagian memiliki nilai
Padanya ada penunjuk arah
Kebaikan atau keburukan keduanya dijumpai
Lalu apa maksudmu menyerah?
Peduli setan dengan hasil yang akan didapati
Bukan hakmu menentukan menang kalah
Yang diminta hanya usaha tiada henti
Adalah kesalahan besar menyerah sebelum kalah
Karena setiap detik, setiap kejadian memiliki arti

Jauh

Bukan tentang jarak yang tercipta
Bukan tentang tempat yang berbeda
Bukan pula tentang waktu yang berjeda
Ini hanya tentang cerita
Ujungnya tak berhingga
Tak teraba dan terasa
Samar bahkan tak nyata
Rupanya adalah gulita
Lebih pekat dari sekedar temaram senja
Entah di mana cahaya berada
Dan yang kamu perlu hanyalah percaya

Sajak-Sajak Bisu

terangkai indah menyusun untaian mutiara kata
tertulis rapi dan terpampang nyata
menyimpan seribu satu cerita pada setiap rangkaian indahnya
tapi semua tak ada artinya
sajak-sajak itu tetap saja bisu
membawa mati semua bersamanya

Percaya



Gelap malam datang menggantikan benderang siang
Menutup sempurna mentari
Tak tampak dalam jarak pandang
Tapi aku tahu ia ada dan tidak pergi
Karena aku percaya

Gulita malam ini tanpa bintang
Awan sedang bermain dengannya
Menyembunyikan bintang dibalik tubuhnya
Tapi aku tahu bintang akan kembali datang
Karena aku percaya

Tak setiap yang tak terlihat tidak nyata
Bukan berarti yang tak teraba tidak ada
Ketika logika tidak mampu menjelaskan
Biarkan kepercayaan yang memberi jawaban


dan aku percaya sepenuhnya padaNya

Maaf

aku telah kembali
disinilah aku kini
diantara kekasih hati

ladang pahala itu menyambutku
mengabarkan berjuta kebaikan
menunggu kata sepakatku
untuk meyambut seruan itu

maafkan aku yang selalu menyakitimu
menerbitkan kegundahan dan kekhawatiran
menghilangkan senyum dari wajah bersahajamu
mengusik ketenangan hidupmu
pun menambah beban pada pundak kokoh itu

umi, abi, maafkan putrimu ini yang terlampau sering menyakiti hati kalian,,,  

BATAS

Tegas dan nyata

Pisahkan dua sisi berbeda
Hitam dan putih
Baik dan buruk

Buram dan bias
Bagai kabut senja
Semakin hilang ketika dekat
Dan itu bukan salah siapapun
Itu karena diriku sendiri

Sejatinya ia ada
Tetap dan tidak berbeda
Tidak ada yang berubah
Seperti sedia kala
Tegas dan nyata


maafkan aku.
Alloh, ijinkan aku kembali dalam keadaan terbaik

Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

:)

Social Icons

Cari Blog Ini

Featured Posts