Tampilkan postingan dengan label teknik. Tampilkan semua postingan
| Danbo keren dengan jaket BEM KMFT-nya |
Terimakasih banyak untuk persembahannya. Tidak ada kata mantan dalam keluarga. Cerita ini tidak berhenti sampai closing ceremony kemarin. Ini tentangku, tentangmu, tentang kita. Tentang kalian yang menjadi bagian yang cukup banyak mewarnai kehidupanku. Terimakasih telah hadir dalam hidupku. Persembahan kemarin menjadi penutup manis akhir kepengurusan. Terimakasih adek-adekku,,,
Kabinet inisiatif membumi. Nama yang kemudian menyatukan kita. Terimakasih untuk setahun kemarin. Kalian adalah orang-orang hebat yang aku temui. Cerita tentang kalian tidak akan cukup tertuliskan di sini.
Kita memang tidak lagi bersama. Tapi aku masih merasakan keberadaan kalian. Dalam memori yang terus hidup. Sampai kapanpun.
![]() |
| kabinet inisiatif membumi |
Moh Faza Rosyada| Yanuar Firmansyah| Ahmad Fahmi| Novita Nur Syahfitri| Adinda ajitya Ferina| Wardahtuljannah| Paras Dita| Kori Akbar| Muhammad Rifki Ali| Zaky Dzulfikar Harun| Fahmi Fahrurozi| Tubagus Dimas Aditiarachman|Muchammad Adib| Hendarko Hinu Hardanto
Selamat melanjutkan karya di manapun. Dalam bentuk apapun :)
Posted by Syarofina in bem, kuliah, teknik
2 comments
Assalamu'alaikum wr wb
"Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya
Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia" -Jogja Istimewa.Kill the DJ-
Sugeng rawuh dumugi Ngayogyakarta. Selamat datang di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selamat datang di universitas kerakyatan dan selamat datang di Fakultas terbesar di universitas ini.
Bukan kebetulan kalian
semua ada di sini. Benang takdir yang terajut membimbing kalian sampai di sini.
Yang Maha Kuasa menghendaki kalian menjadi sebagian kecil dari penduduk
Indonesia yang mendapat kesempatan untuk mengecap kuliah di UGM ini.
Bukan tanpa perjuangan
kalian sampai di sini. Menyisihkan lebih dari 40 orang untuk mendapatkan
kesempatan kuliah ini bukanlah hal yang mudah. Dan kalian mendapatkannya.
Mungkin Dia menginginkan kalian untuk di sini, dengan jalan ini untuk menjadi
generasi terbaik yang akan menggantikan para pemimpin.
Bukan lagi kalian adalah
anak kecil yang seluruh terpaku pada jadwal yang ditentukan orang lain.
Sekarang kalian adalah pemimpin bagi diri kalian masing-masing. Penentu
kehidupan dan pemilik keputusan yang bisa menentukan tindakannya. Maka
lakukanlah apapun dan jadilah apapun dengan bertanggung jawab. Di atas semuanya
menjadi bermanfaat untuk orang lain adalah keutamaan.
Bukan karena terpaksa
seharusnya kalian hadir di sini untuk mengikuti serangkaian Pelatihan
Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) ini. PRAJURIT (Pelatihan dan Orientasi
Menuju Solidaritas Teknik) 2013 yang merupan nama dari PPSMB Fakultas Teknik
merupakan salah satu sarana dan fasilitas yang dapat digunakan untuk
menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan dunia kampus. Latihan bersosialisasi
dengan teman-teman baru dan juga mendapat banyak materi bagus dengan pembicara profesional
untuk menambah pengetahuan dari mulai kuliah sampai soft skill. Dengan PPSMB ini harapannya kalian siap untuk menjalani
kehidupan kampus.
Dan akhirnya, kami selaku
panitia PPSMB PRAJURIT khususnya bidang kesekretariatan (KSK) mengucapkan selamat
datang, selamat bergabung di keluarga besar fakultas teknik UGM. Selamat
bergabung dalam barisan engineer pembangun
bangsa.
Untuk penutup, ijinkan
kami selaku panitia PRAJURIT 2013 pada
umumnya dan KSK pada khususnya memohon maaf atas segala salah baik yang
disengaja maupun tidak. Terutama saat menjadi admin baik twitter maupun
facebook.
Padamu negeri teknik
berbakiti.
PRAJURIT!!! BERANI!!!
TEKNIK!!! JAYA!!!
Wassalamu'alaikum wr wb
PRAJURIT!!! BERANI!!!
TEKNIK!!! JAYA!!!
Wassalamu'alaikum wr wb
Bidang Kesekretariatan,
Fina-Ira-Ema-Irna-Okta-Galuh-Yoga-Rendy-Habib-Ihsan-Harfan
Ini pengalaman awal ramadhan kemarin yang udah lama pengen di tulis tapi nggak kesampaian dan baru
sekarang ketulis. Yah, ternyata naik motor selama 2 jam buat sampai sana dan
langsung balik hanya setelah beberapa jam rasanya lumayan juga ya. Dan percayalah,
naik motor malem-malem di gunung dan sepanjang jalannya nggak ada lampu itu
tidak semenyenangkan yang dibayangkan *emang siapa yang bilang kalo itu
menyenangkan ya? –a* yang seenggaknya dengan pemandangan yang sangat menpesona
liat kota dari atas gunung semua kengerian itu terbayar laah :3
Perjalanan ke Gunung Kidul ini sejauh ini adalah perjalanan
paling menantang selama aku bisa naik motor. Naik motor selama 2 jam dengan
jalan yang seperti di gunung *emang gunung sih namanya aja Gunung Kidul* dan
boncengin orang. Waktu berangkat sih enak-enak aja secara masih terang
benderang dan bareng-bareng sama yang lain. Pulangnya selain menguji kemampuan
bermotor, juga menguji mental dan iman. Jalannya belokannya sama sekali nggak
nyantai dan nggak ada lampu masih di tambah naik turun pula. Itu semacam nguji
adrenalin juga sih soalnya belokannya nggak keliatan dan rasanya belom selesai
belok udah muncul belokan berikutnya. Dan berhubung jalanannya sepi dan minta
ditaklukkan semua orang memacu motor dengan kecepatan yang aku nggak bisa
ngejar –a jadilah aku tertinggla sendirian di jalanan yang gelap. Tapi kalo
disuruh nyoba lagi nggak kapok sih :p
Gunung Kidul yang didatengin ini bukan Gunung Kidul yang aku
bayangin. Ini seperti di negeri antah berantah. Nggak ada sinyal dan rasanya
jauuuuuh banget padahal masih di Jogja ._.
Semua capek serasa terbayar ngeliat senyumnya adek-adek TPA
yang ada di sana dan mengikuti acara dengan antusias. Rasanya selalu
menyenangkan tiap kali bisa liat orang lain tersenyum, tertawa, dan bahagia. Yah
pokoknya ngeliat orang lain bahagia itu candu :’)
Ngurusin anak kecil itu menyenangkan. Pada akhirnya tetep
nggak bisa marah walaupun mereka ngeselin banget :D Gimana nggak ngeselin kalo
setiap perkataan yang diomong disela atau malah ditinggal cerita sendiri. Dan
sialnya suaraku nggka bisa lebih keras dari mereka -.-
Ngeliat mereka semangat jawab pertanyaan waktu cerdas
cermat, nulis semua impian mereka dengan antusias dan nempelin di pohon impian,
bahagia banget dapet es kelapa muda dan olive buat buka puasa dan ngeliat
mereka dengan tertib sholat berjama’ah rasanya bener-bener buat terharu. Masih akan
terus ada orang-orang yang punya mimpi dan akan memperbaiki negeri ini. :)
Sesaat sebelum buka puasa aku sempet nanya ke mbak-mbak yang
biasa ngajar TPA disitu tentang tarawih di mushola tersebut. Dan jawabannya
membuat aku bingung dan jadi mikir. Kata mbaknya itu sholat disana biasanya 17
raka’at. Wuaaah 17 raka’at?? Aku taunya 11 raka’at kalo nggak ya 23 raka’at. Ini
aku yang emang nggak tau atau emang harusnya nggak ada. Langsung ngerasa masih
harus banyak banget belajar lagi, iya belajar tentang banyak hal. Juga membuka
kembali memori pelajaran jaman dulu. Rasanya berdosa banget deh pernah belajar
tapi trus malah ngeluapai begitu aja. Seenggaknya besok-besok kalo ada yang tanya
bisa jawab dengan yakin lah.
Perjalanan ke negeri antah berantah di Gunung Kidul itu
bener-bener berkesan buatku. Mengajariku banyak hal *ceilah bahasanya*. Aku ngerasa
bahagia dan bersyukur banget ada dan besar di lungkungan yang cukup kondusif
buat belajar. Punya keluarga dan teman-teman yang luar biasa baik. Nggak pernah
ngerasa susah buat cari air. Makan cukup. Tidur masih di kasur. Kurang apalagi
coba? Di sana air bersih ternyata harus beli. Akses ke luar juga nggak semudah
di Jogja. Kualitas pendidikan jangan dibandingin sama sekolah di kota. Masih butuh
bertahun-tahun lah kalo mau nyusul. Kecuali ada yang mau konsen banget buat
mengabdi di sana mengembangin. Dan sayangnya aku ngerasa masih belum bisa
apa-apa sekarang. :(
Rasanya tersentuh sekali ketika mereka memberikan lempeng
yang mereka bilang sebagai oleh-oleh kepada kami. Bahkan dengan segala keterbatasan
yang mereka miliki, mereka masih memiliki hati yang begitu lapang untuk member kepada
yang lain.
Aku bahagia ada di antara teman-teman yang masih mau
meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran bua orang lain. Aku bahagia ada diantara
orang-orang yang belajar untuk tidak egois hanya memikirkan diri sendiri
kendatipun pusing dengan segala macam tugas kuliah. Aku bahagia, sangat bahagia
ketika melepas kami ke Jogja salah seorang perwakilan mereka mendo’akan
keselamatan dan kesuksesan kami. Bagaimana mungkin tidak bahagia ketika do’a
tersebut diaminkan oleh semua jama’ah yang ada di mushola tersebut. Aku pulang
dari sana dengan segenap perasaan bahagia dan membawa banyak sekali pelajaran
kehidupan dari mereka :)
Perjalanan ke Gunung Kidul dalam acara Geodesi Beramal
2 Ramadhan 1434|10 Juli 2013
Terselip kebanggaan dan kebahagian pada jurusan dan teman-teman
tercinta.
GEODESI! SATU HATI!
Dokumentasi
| Perjalanan dari parkiran motor ke mushola |
| senyum matahari dari hati yang tulus |
| kami dan mereka (1) |
| kami dan mereka (2) |
| Sambutan dari tuan rumah |
| Sambutan ketua KMTG |
| Lomba Cerdas Cermat |
| Games |
Posted by Syarofina in geodesi, keluarga, pengalaman, refleksi, teknik
Semester empat belum genap sebulan berjalan. Kembali
merasakan rutinitas yang entah bagaimana aku harus mendeskripsikan. Yang jelas
semester ini bakal berbeda dengan semester-semester sebelumnya. Bahakan kurasa
tidak ahanya berbeda tapi sangat berbeda. Ya iyalah bakal BEDA BANGET! Nggak
mungkin semester dengan lima praktikum setiap minggu bisa sesantai sebelumnya
(emangnya sebelumnya santai? --a). Bahkan dua minggu pertama sudah sangat cukup
member gambaran nanti ke depannya. Sepertinya aku agak tidak siap kembali
menjalani rutinitas sebelumnya setelah terjeda libur cukup panjang yang rasanya
bener-bener liburan :p
Hohoho kuliah di jurusan yang nggak mudah (buat dapet nilai
bagus) dan materinya juga waw (karena dosennya terlalu jenius kali ya jadinya
aku nggak ngampe --a) sangat butuh perjuangan. Bukan perjuangan apa-apa tapi
perjuangan buat menaklukkan diri sendiri. Buat rajin dateng kuliah, duduk
dengan manis di kelas sambil dengerin baik-baik penjelasan dosen. Kalo perlu
nanya yang nggak ngerti. Tugas nggak pake di tunda (walopun sekarang masih tpi
udah lebih mending dari sebelumnya kok). Dateng nggak telat (ini juga telatnya
udah mendingan lah kalo bandingin dulu tapi tetep harus berusaha nggak telat).
No more sleep in the class (Yang ini selama 2 minggu ini berhasil. Yeay :D
sampe pada heran :P) dan satu lagi nggak banyak bolos (kalo nggak bolos sama
sekali susah kayanya lebih tetaptnya nggak mungkin soalnya kemaren aja udah ada
yg bolos --a) à *tiba-tiba
mikir emang dulu aku sebegitunya banget ya --a*
Yah, yang jelas hasil semester lalu cukup banget lah buat
jadi peringatan. Nggak perlu lah peringatannya sampe nilainya terjun bebasnya
sampe dasar jurang. Target buat semester ini nilainya HARUS lebih baik dari
semester 1. Berapa? Yah pokoknya harus lebih baik! Mboh piye carane! Ikhtiar maksimal dan do’anya harus
dikuatin nih.
Punya temen-temen yang super sekali di jurusan sedikit
banyak ngaruh juga ke aku. Gimana mau nggak ngaruh kalo bahkan yang lebih
khawatir sama nilaiku itu temenku yang udah nggak tau gimana lagi musti
bilangin aku biar rajin ngerjain tugas dan nggak telat dan bolos *cerita
semester lau*. Gimana aku bisa terus-menerus cuek sama tugas-tugasku kalo
temen-temenku pada rajin-rajin banget kaya gitu. Walaupun sebenernya kerajinan
mereka cukup buat aku stress dan minder sendiri sih.hehe Tapi sepertinya aku
harus bersyukur punya temen-temen kaya mereka. Sangat-sangat bersyukur. Karena
ada mereka aku bisa liat catetan kalo punyaku nggak lengkap. Karena ada mereka
aku bisa nanya kalo aku nggak bisa buat tugas atau ada materi yang belum
ngerti. Love you guys! Sadar atau nggak sadar #geodeleven mempengaruhi hidupku.
Tanpa kalian aku nggak akan kaya gini.
Kalo dipikir-pikir belakangan aku nggak jelas, random, dan
nyebelin itu bukan karena apa-apa atau siapa-siapa. Tapi karena diri sendiri
kok. Lebih karena nggak belum siap ngadepin situasi kaya gini dan kecewa
sama diri sendiri. Well, masih harus banyak belajar dan berguru sama banyak
orang nih. Kalo perlu berguru sama alam juga deh. Dan aku ngerasa bersalah
banget karena yang kena malah orang-orang deket aku. Sory banget guys L
Oke, sekalian deh pengen minta maaf sama orang-orang di
sekitarku yang banyak tersakiti, direpotin, kesel, marah dan segala rupa..
Sengaja atau nggak sengaja aku tetep salah. Jadi aku minta maaf buat semua hal
yang tidak mengenakkan belakangan ini yaaa. Kalo ada yang bisa kulakuin buat
nebusnya bilang deh. Tapi jangan minta yang aneh-aneh yaa :p
Setelah ini berarti yang ada adalah perubahan menuju lebih
baik. Suka-suka orang dah mau bilang apa. Yang jelas aku punya targetan sendiri
dan aku cukup bangga kalo aku bisa ngelewatin target yang aku buat untuk semester
ini. Chayooo!! Ganbatte!! :D :D :D
-dan beberapa targetan lain yang tidak aku bagi ke semua orang atau bahkan hanya aku dan Alloh yang tahu-
Ketika diniatkan karena Alloh insyaAlloh tidak akan ada kata menyesal
Ketika diniatkan karena Alloh tentunya tidak ada kata malas dan menunda
Ketika diniatkan karena Alloh maka semua hal akan terasa ringan pun dgn belajar
Ketika diniatkan karena Alloh apapun yg terjadi bukan mjdi penghalang yang menurunkan semangat
Ketika diniatkan krna Alloh maka tdk lagi perlu alasan lain untk memperjuangkanny
Ketika diniatkan karena Alloh tantangan apapun akan dihadapi dgn tersenyum
Karena Alloh bahkan lebih mengetahui mana yang lebih baik bagi kita
Dia akan memberikan bukan hanya apa yang kita minta
Tetapi apa yang memang kita butuhkan
Semangat #UAS
Semangat belajar karena Alloh
note:
Target untuk semester ini adalah nilai A untuk semua mata kuliah.
Mimpi dan target gratis kok lalu kenapa harus buat mimpi yang biasa saja
Tinggal bagaimana usaha untuk mendapatkannya
Bismillah..
Billah,, fillah, lillah,, :)
| Garda 13. Nurtanio Pringgoadisryo |
Ahad, 2 September 2012
Untuk,
adik-adikku yang hebat
di
Keluarga Nurtanio Pringgoadisuryo
Pertemuan
dengan kalian adalah suatu anugerah untukku. Aku tidak pernah penyangka akan
mendapat kesempatan bertatap muka dengan wajah-wajah optimis yang seolah
berkata kepada dunia “Inilah aku, pemuda Indonesia yang siap
membawa negeri ini menjadi lebih baik”. Berada di antara kalian
mengajariku banyak hal. Belajar tentang perbedaan, kesabaran, penganyoman,
kerja sama, toleransi, dan banyak hal lain yang mungkin tidak akan cukup
ditulis disini bila disebutkan satu persatu. Menjadi bagian dari kalian adalah
kebahagian tersendiri. Segala pengorbanan dan lelah seolah terbayar melihat
kalian tetap bersemangat menjalani semua rangakaian acara ini. Aku bangga pada kalian :)
Perjumpaan
singkat ini, begitu berkesan untukku. Aku merasa mendapat keluarga baru dengan
berbagai karakter unik dan kelebihan masing-masing. Seolah aku melihat
keharmonisan disana. Perbedaan itu ada tapi itu bukan masalah. Karena memang yg
penting bukan menjadi satu hal yang sama tetapi bagaimana perbedaan itu tidak
menjadi penghalang untuk bersatu dan bahu membahu membantu yang lain dan
bersatu dalam satu kesatuan yang utuh. Keluarga Nurtanio Pringgoadisuryo. Bersatu seperti semangat semboyan kita,
Bhineka Tunggal Ika.
Selanjutnya ijinkan aku menyampaikan maaf
kepada kalian. Maaf jika selama memandu kalian aku berkata yang menyinggung
perasaan. Maaf jika sikapku ada yang tidak berkenan di hati. Maaf jika aku
masih belum bisa memberikan yang sesuai kalian harapkan. Maaf jika aku masih
menjadi sosok yang mengecewakan kalian. Maaf jika aku masih belum dapat menjadi
contoh yang baik buat kalian. Sungguh tidak pernah terbesit dalam hati untuk sengaja
menyakiti hati kalian. Karena itu seuntai kata maaf menjadi begitu berharga
untukku untuk menebus semua kesalahanku itu.
Terima
kasih kalian telah hadir dalam hidupku. Memberi lebih banyak warna dalam
lukisan kehidupanku sehingga tampak lebih indah. Kalian tahu, aku berharap perjumpaan singkat ini tidak selasai pada
hari ini. Aku ingin kita tetap satu keluarga yang akan saling menolong
ketika yang lain membutuhkan. Kalian selamanya akan menjadi adik-adikku dan
kalianpun boleh menganggapku sebagai kakak kalian jika kalian berkenan. Tapi
keputusan ini bukan milikku, keluarga ini milik kita bersama jadi kalian juga
berhak memutuskan tetap menjadi keluarga Nurtanio Pringgoadisuryo atau
akan melupakannya. Aku tidak akan marah
apapun keputusan kalian :)
Ada
hal yang ingin aku pesankan kepada
kalian. Jadilah orang yang bermanfaat
untuk orang lain. Dimanapun dan menjadi apapun kalian. Jadilah orang yang
keberadaannya membuat nafas orang di sekelilingnya lega dan bukan justru
sebaliknya. Dengan menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain tentunya kita
akan terhindar dari sikap merugikan orang lain. Dari sana, aku percaya ketika
kita menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain kita tidak akan
menghancurkan negeri ini tapi dapat membawa negeri ini menjadi lebih baik. Selamat menempuh hari-hari menjadi
mahasiswa. Jadilah mahasiswa yang peduli dan tidak apatis. Aku tunggu
kontribusi kalian untuk kampus dan Negara ini. Dan aku akan ikut menjadi bagian dari kalian yang memperjuangkan
perbaikan itu J Jangan
pernah bercita-cita menjadi koruptor. Jadilah
orang yang jujur dimanapun kalian apalagi jika kalian menjadi orang yang
mendapat kepercayaan menjadi pemimpin.
Salam persaudaraan,
Zhafirah Syarafina
terimakasih banyak atas kado dan suratnya :)
Posted by Syarofina in keluarga, pengalaman, surat, teknik, ucapan
Diberdayakan oleh Blogger.
Social Icons
:)
Social Icons
Cari Blog Ini
-
Tidak ada yang melarang orang bermimpi. Seaneh apapun dan semustahil apapun juga sebanyak apapun. Mumpung mimpi masih gratis ya jadi tuli...
-
@syarofina hohoho.. sip2.. semangat mbaaak! yang diomongin ke aku juga jangan cuman ngomong doang yaa! :p Sebaris kalimat yang sebenarnya...
-
Hujan merupakan tetesan molekul air yang turun dari langit dengan membawa rahmat. Air merupakan komponen pokok dalam kehidupan. Hujan...
-
Tuhan.... kalau tak Kau bolehkan aku miliki dia, lalu untuk apa rasa ini Kau cipta? kalau tak Kau bolehkan aku nyatakan cinta, lalu kenapa...
-
Satu untuk Semua. Semua untuk Satu. Slogan itu sudah sering terdengar. Kalimat itu tidak asing dan barangkali sudah familiar dalam k...
-
Tidak banyak waktu yang tersisa di penghujung 2014 ini. Bilangan angka yang terlewati dalam hidupa bahkan telah berubah 23 hari yang lalu. ...
-
Bukan tentang jarak yang tercipta Bukan tentang tempat yang berbeda Bukan pula tentang waktu yang berjeda Ini hanya tentang cerita Ujungnya ...
-
Siapa yang bilang rumah di Jogja itu menyenangkan? Terutama jika jarak tempuh kampus ke rumah merupakan jarak yang ‘tanggung’. Tidak dek...
-
Pasrah, menyerah, kalah Bahkan sebelum semua dimulai Bodoh! Hakikat kehidupan mana yang kau maknai? Hidup itu adalah anugrah ...
-
Aku Rindu,,, Aku rindu dirinya yang akrab dengan al Qur’an. Tiada hari tanpa memembacanya. Hari-harinya banyak dihabiskan untuk berinter...



