
Pemuda saat ini adalah pemimpin di masa depan. Seperti apa masa depan ditentukan dari sekarang. Olehku, olehmu, oleh kita para pemuda. Dan bukan sembarang pemuda yang dapat membawa negeri ini menjadi lebih baik. Ialah pemuda muslim yang mampu mewujudkannya. Yang lisannya basah oleh tasbih. Tangan dan kakinya sibuk berkarya. Karena baginya hidup adalah kemuliaan. Tiada kerugian baginya karena semuanya untuk Alloh. Seluruh bagian hidupnya adalah kebaikan. Ketika susah ia bersabar dan ketika lapang ia bersyukur. Keyakinan bahwa Alloh bersamanya tertanam kuat dalam dada. Ialah yang akan merubah negeri ini menjadi lebih baik. Karena pemua saat ini adalah pemimpin masa depan.
Posted by Syarofina in dakwah, islam
Diberdayakan oleh Blogger.
Social Icons
:)
Social Icons
Cari Blog Ini
-
Tidak banyak waktu yang tersisa di penghujung 2014 ini. Bilangan angka yang terlewati dalam hidupa bahkan telah berubah 23 hari yang lalu. ...
-
Tuhan.... kalau tak Kau bolehkan aku miliki dia, lalu untuk apa rasa ini Kau cipta? kalau tak Kau bolehkan aku nyatakan cinta, lalu kenapa...
-
Satu untuk Semua. Semua untuk Satu. Slogan itu sudah sering terdengar. Kalimat itu tidak asing dan barangkali sudah familiar dalam k...
-
Kali ini aku ingin menceritakan pengalamanku seminggu lalu tepatnya pada tanggal 1 kemarin. Mungkin bukan cerita yang seru atau bahkan spekt...
-
http://www.youtube.com/watch?v=0OKndnaiFzo My Mum is Amazing-Zain Bikha She wakes early in the morning with a smile And she holds my head...
-
@syarofina hohoho.. sip2.. semangat mbaaak! yang diomongin ke aku juga jangan cuman ngomong doang yaa! :p Sebaris kalimat yang sebenarnya...
-
Terdetik dalam pikiran Terdiam dalam keheningan Terlintas semua angan kenangan Bersama setiap untaian yang kemudian terburai Lepas ...
-
September ini seperti September sebelumnya terasa istimewa dan salah satunya karenamu. Ya, karena tepat 10 tahun yang lalu Allah mengijink...
-
Bukan tentang jarak yang tercipta Bukan tentang tempat yang berbeda Bukan pula tentang waktu yang berjeda Ini hanya tentang cerita Ujungnya ...
-
Saya terjebak dalam cerita yang saya mulai sendiri. Saya selalu membiarkanmu mengacaukan kata-kata yang sudah saya urutkan, membiark...
