Pancasila adalah dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sila pertama dalam pancasila -Ketuhanan Yang Maha Esa- merupakan dasar yang menjiwai sila-sila yang lainnya. Sebagai sila pertama dalam dasar negara sebuah negara besar seperti negara ini seharusnya pancasila tidak hanya menjadi pajangan di dinding. Tidak ada artinya jika pancasila itu hanya dihafal dan diketahui tanpa dimengerti arti yang terkandung dibaliknya. Ketuhanan Yang Maha Esa. Kita telah mengikut sertakan tuhan dalam dasar negara kita. Lalu mengapa sulit untuk kita untuk mengikut sertakan tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari?
Kedudukan, jabatan, kekayaan seolah menjadi tuhan baru dalam kehidupan ini. Lalu apa jadinya negara ini jika pancasila yang menjadi dasar negara yang dibawa dalam kehidupan bergeser maknanya? Sila pertama dalam pancasila bisa saja ‘bergeser sedikit’ dan berubah menjadi Keuangan Yang Maha Esa, atau Kekuasaan Yang Maha Esa, atau kalimat-kalimat lainnya yang senada dengan itu.
Kita bisa menyaksikan bagaimana orang bisa berbuat apa saja demi mendapatkan uang. Bisa menghalalkan segala cara demi mendapatkan kedudukan yang diinginkan. Jika memang begitu kejadiannya, maka tentu saja yang mereka bawa dan menyertai mereka sehari-hari bukanlah tuhan tetapi uang dan kedudukan. Maka tidak aneh jika Ketuhanan Yang Maha Esa bisa berubah menjadi Keuangan Yang Maha Esa Atau Kedudukan Yang Maha Esa.
Yang kita perlukan sekarang adalah kesadaan kita sebagai seorang hamba yang seharusnya mengamalkan kodranya sebagai hamba untuk tunduk pada aturan yang seharusnya. Kita perlu untuk melaksanakan perintah-Nya dan mngjauhi larangan-larangan-Nya. Jika, mamusia telah berbuat ssuai dengan kodratnya yang seharusnya seharusnya masing-masing dapat mengendalikan diri dan tetap pada koridor yang seharusnya. Ketuhanan Yang Maha akan tetap menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.
Posted by Syarofina
Social Icons
Social Icons
Cari Blog Ini
-
Tidak banyak waktu yang tersisa di penghujung 2014 ini. Bilangan angka yang terlewati dalam hidupa bahkan telah berubah 23 hari yang lalu. ...
-
Tuhan.... kalau tak Kau bolehkan aku miliki dia, lalu untuk apa rasa ini Kau cipta? kalau tak Kau bolehkan aku nyatakan cinta, lalu kenapa...
-
Satu untuk Semua. Semua untuk Satu. Slogan itu sudah sering terdengar. Kalimat itu tidak asing dan barangkali sudah familiar dalam k...
-
Kali ini aku ingin menceritakan pengalamanku seminggu lalu tepatnya pada tanggal 1 kemarin. Mungkin bukan cerita yang seru atau bahkan spekt...
-
http://www.youtube.com/watch?v=0OKndnaiFzo My Mum is Amazing-Zain Bikha She wakes early in the morning with a smile And she holds my head...
-
@syarofina hohoho.. sip2.. semangat mbaaak! yang diomongin ke aku juga jangan cuman ngomong doang yaa! :p Sebaris kalimat yang sebenarnya...
-
Terdetik dalam pikiran Terdiam dalam keheningan Terlintas semua angan kenangan Bersama setiap untaian yang kemudian terburai Lepas ...
-
September ini seperti September sebelumnya terasa istimewa dan salah satunya karenamu. Ya, karena tepat 10 tahun yang lalu Allah mengijink...
-
Bukan tentang jarak yang tercipta Bukan tentang tempat yang berbeda Bukan pula tentang waktu yang berjeda Ini hanya tentang cerita Ujungnya ...
-
Saya terjebak dalam cerita yang saya mulai sendiri. Saya selalu membiarkanmu mengacaukan kata-kata yang sudah saya urutkan, membiark...
apapun ideologi negaranya, di manapun kita tinggal, yang penting adalah allahu robbuna, allahu ahad!
BalasHapus